PENGANTAR

          Sumberdaya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi sangat di butuhkan di era Globalisasi saat ini, dapat kita lihat bahwa berbagai Negara maju dan berkembang sangat serius mengembangkan berbagai program Peningkatan SDM, sebagai aset utama dalam meningkatkan Mutu dan Kinerja pada tempat kerja masing masing.

          Pemerintah Indonesia telah melakukan hal yang sama, dengan berbagai program pelatihan dan sertifikasi Kompetensi, melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang dibentuk dengan Peraturan Pemerintah No. 23 tahun 2004 adalah lembaga yang dibentuk dalam kaitannya dengan paradigma baru pengembangan SDM berbasis kompetensi seperti diatas. BNSP adalah lembaga independen yang bertugas melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja dan bertanggungjawab kepada Presiden RI.

          Salah satu Profesi yang membutuhkan Kompetensi adalah profesi sebagai Trainer, trainer memiliki banyak jenis, diantaranya adalah Dosen, Guru, Widiaiswara, Pelatih, dan lainnya, yang dimana profesi tersebut bertujuan untuk memberikan keilmuan dan Pengalaman yang dimiliki kepada orang lain, sehingga profesi tersebut dapat dikatakan sebagai profesi yang sangat mulia serta membutuhkan Profesionalisme serta keilmuan yang memadai.

          Dengan semakin ketatnya persaingan dalam profesi Trainer, maka setiap trainer perlu meningkatkan kompetensinya dan terlebih lagi memiliki pengakuan tertulis dari Lembaga sertfikasi yang diakui secara resmi oleh Negara, sehingga setiap Trainer yang dinyatakan Kompeten, dapat lebih menghasilkan Benefit dibandingkan para Trainer yang belum memiliki sertifikat komptensi. Benefit yang bisa diperoleh diantaranya adalah : mendapatkan pengakuan dari para peserta didik, memiliki kompetensi yang memadai, sehingga mampu meningkatkan kinerjanya, jika Trainer berada pada oraganisasi Pemerintah maupun swasta, maka dapat menaikkan mutu dan tingkatan jabatan atau golongannya.

TUJUAN KEGIATAN

Kegiatan Pelatihan dan Sertfikasi Kompetensi Master Trainer BNSP ini, adalah, untuk :

  • Memberikan bekal keilmuan dan keterampilan sesuai standar yang berlaku secara Nasional
  • Memiliki legalitas kompetensi, dengan adanya sertifikat Kompetensi dari BNSP, yang diakui secara resmi oleh Negara
  • Mengembangkan dan meningkatkan jalur karir sebagai Trainer Profesional, baik di internal Oraganisasi maupun kepada para peserta didik
  • Dengan memiliki sertifikat Kompetensi BNSP, maka dapat menjadi nilai tambah dalam setiap kompetisi yang diikuti.

Materi Kompetensi

Dengan Mengikuti Kegiatan ini, anda diharapkan memiliki Kompetensi sebagai Master Trainer, dengan menguasai ilmu dan keterampilan berupa :

  1. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi
  2. Menyusun Program Pelatihan
  3. Menyusun Modul Pelatihan Kerja
  4. Mendesain Media Pembelajaran
  5. Mendesain Lingkungan Belajar Virtual
  6. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
  7. Melaksanakan Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning)
  8. Menentukan Kebutuhan Pelatihan Makro
  9. Menentukan Kebutuhan Pelatihan Mikro
  10. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan
  11. Mengevaluasi Biaya Suatu Program Pelatihan
  12. Menerapkan Prinsip Kesehatan Kerja untuk Mengendalikan Risiko K3
  13. Melakukan Presentasi

MATERI KOMPETENSI

  1. Mengaplikasikan Keterampilan Dasar Komunikasi
    • Mengidentifikasi proses komunikasi
    • Menangani informasi
    • Membuat konsep komunikasi tertulis sebagai informasi
    • Menggunakan media komunikasi
  2. Menyusun Program Pelatihan
    • Menentukan kualifikasi program pelatihan
    • Menentukan persyaratan peserta
    • Menyusun kurikulum pelatihan
    • Menyusun silabus pelatihan
    • Menentukan sumber daya pelatihan
    • Memvalidasi program pelatihan
  3. Menyusun Modul Pelatihan Kerja
    • Mengidentifikasi kebutuhan untuk penyusunan modul pelatihan kerja
    • Merumuskan draf modul pelatihan kerja
    • Membahas draf modul pelatihan kerja
    • Melakukan validasi draf modul pelatihan kerja
    • Menyelesaikan penyusunan modul pelatihan kerja
  4. Mendesain Media Pembelajaran
    • Mendesain dan memvalidasi suatu strategi untuk media pembelajaran
    • Memilih media pembelajaran
    • Mengembangkan media cetak, non-projectable and projectable
  5. Mendesain Lingkungan Belajar Virtual
    • Memilih aplikasi software yang sesuai untuk membuat lingkungan belajar virtual bagi program pelatihan
    • Mengembangkan lingkungan belajar virtual (LBV) yang sejalan dengan strategi pedagogi dan penyampaian program pelatihan
    • Memvalidasi lingkungan belajar virtual termasuk pedagogi dan perlengkapan manajemennya
  6. Melaksanakan Pelatihan Tatap Muka (Face To Face)
    • Menjalin hubungan kerja yang baik pada situasi pembelajaran
    • Menerapkan bimbingan yang tepat dalam situasi pembelajaran
    • Memonitor proses pembelajaran dalam situasi pembelajaran
  7. Melaksanakan Pelatihan Jarak Jauh (Distance Learning)
    • Membangun relasi kerja yang baik dalam pembelajaran jarak jauh
    • Mendukung individual dan kelompok dalam proses pembelajaran jarak jauh
    • Memonitor proses pembelajaran jarak jauh
  8. Menentukan Kebutuhan Pelatihan Makro
    • Mengidentifikasi potensi sosial ekonomi daerah
    • Menganalisis kebutuhan pelatihan dalam suatu wilayah geografis (makro)
    • Menganalisis sumber daya pelatihan yang ada dalam suatu wilayah geografis
    • Menetapkan kebutuhan pelatihan dalam suatu wilayah geografis
  9. Menentukan Kebutuhan Pelatihan Mikro
    • Menganalisis jabatan kerja
    • Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan pada tingkat jabatan
    • Merumuskan kebutuhan pelatihan pada tingkat organisasi
  10. Merencanakan Penyajian Materi Pelatihan
    • Merancang sesi pembelajaran
    • Mempersiapkan bahan/perlengkapan pembelajaran dan media yang digunakan
    • Mengorganisasikan lingkungan pembelajaran sesuai dengan situasi yang pembelajaran.
  11. Mengevaluasi Biaya Suatu Program Pelatihan
    • Menentukan komponen pembiayaan suatu program pelatihan
    • Menganalisis pembiayaan suatu program pelatihan
    • Mengevaluasi pembiayaan suatu program pelatihan
  12. Menerapkan Prinsip Kesehatan Kerja untuk Mengendalikan Risiko K3
    • Mengenali hazards di tempat kerja yang berpotensi menimbulkan efek kesehatan yang merugikan
    • Identifikasi/ Mengenali potensi efek kesehatan yang merugikan terkait pada interaksinya dengan hazards kesehatan yang bersumber dari tempat kerja dan manusia
    • Memudahkan pengendalian risiko kesehatan di tempat kerja.
    • Partisipasi dalam pengembangan strategi untuk mengkomunikasikan informasi dan data kesehatan kerja.
    • Memantau dan memfasilitasi promosi kesehatan pekerja termasuk pendidikan dan pelatihan kesehatan kerja
  13. Melakukan Presentasi
    • Mempersiapkan Presentasi
    • Menyampaikan materi presentasi

FASILITAS PESERTA

  • Mengikuti Kelas sebanyak 8 sesi
  • Mengikuti Uji Kompetensi BNSP
  • Materi Kegiatan (softcopy)
  • E – sertifikat
  • Sertifikat Pelatihan (Hardcopy)
  • Sertifikat Kompetensi Master Instruktur BNSP RI (jika sudah lulus)
  • 8 Video Rekaman Pembelajaran
  • Gratis Biaya Pengiriman Sertifikat
  • Kartu Alumni

Metode Pelatihan

  • Pembelajaran Full Online
  • Tatap Muka Online
  • Tugas Mandiri
  • Persiapan Portofolio
  • Uji Kompetensi (online)

Persyaratan

  • Pendidikan Minimum S1
  • pas Foto 3 X 4 (dikirim file)
  • Biodata Lengkap
  • Copy Ijazah terakhir
  • Copy KTP
  • Copy Sertifikat Pelatihan lainnya

Harga Normal:
Rp. 8.500.000,-
Biaya Promo
Rp. 5.950.000,-

Segera Mendaftar

+62


Download Surat

Penyelenggara Kegiatan

Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional (LPKN) merupakan lembaga Diklat resmi yang berdiri sejak tahun 2005, dan telah Terakreditasi A Oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP) – RI, untuk kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Pengadaan dan Sertifikasi Barang/ Jasa pemerintah. Saat ini telah memiliki Alumni sebanyak 1.300.580 orang, yang tersebar di seluruh Indonesia, LPKN juga telah medapatkan 2 Rekor MURI, dalam penyelenggaraan Webinar dengan jumlah Peserta lebih dari 100.000 orang.

Kunjungi Juga Website www.LPKN.id


© Lembaga Pengembangan dan Konsultasi Nasional: 2020.